Sahabat Kecil ku, di Palestina
Ketika saya harus melewati hal yang disebut hari,
saya juga sedang melintasi tahun.
Tapi pernahkah ada yang berfikir,
apakah anak-anak di Palestina masih memikirkan hari esok??
Apakah mereka masih sudi melintasi menit bahkan detik?
masih adakah kain kering yang dapat menyerap darah mereka?
Nyawa bagaikan kapas yang ditiup,
kemudian terhempas, hilang tak kunjung tiba…..
Dunia tanpa nyawa……kasih, cinta dan senyum…
Ibarat kolamdarah,
cap kakipun dengan tinta darah.
Tinta darah yang mahal,
tetapi menjadi murah hingga tak berharga.
Bahkan, setangkai bungapun enggan tersenyum manis di sana.
Saya tau, si kecil menangis, menjerit, sakit, terluka, bahkan terbujur kaku.
Tapi si besar, tertawa Geli…
Dan “Dia” mungkin..tersayat sedih meihat miliknya dipermainkan dan disakiti.
cap kakipun dengan tinta darah.
Tinta darah yang mahal,
tetapi menjadi murah hingga tak berharga.
Bahkan, setangkai bungapun enggan tersenyum manis di sana.
Saya tau, si kecil menangis, menjerit, sakit, terluka, bahkan terbujur kaku.
Tapi si besar, tertawa Geli…
Dan “Dia” mungkin..tersayat sedih meihat miliknya dipermainkan dan disakiti.
Kita tunggu, apakah masih berlaku..
hutang darah dibalas dengan darah??